Entri Populer

Minggu, 13 Mei 2012

:: MUSLIMAH BERJILBAB...TAPI KOK ...?! ::




Hari ini saat saya membaca baca kiriman email yg telah lama sekali,tiba tiba saya tertarik membaca kembali "artikel" in.
menurut saya ini sangat menarik dan perlu wanita muslimah yang sudah berjilbab/pun belum,baik sekali membacanya.
Artikel ini tentang wanita berjilbab. Semoga artikel ini bisa merubah pandangan n tujuan awal kita dalam memakai jilbab. Yang semula memiliki tujuan hanya agar tampil lebih cantik dan anggun menjadi bertujuan untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Meski pendapat miring seputar jilbab harus ditepis, namun, ada juga fakta seputar muslimah berjilbab yang perlu kita jadikan bahan introspeksi. Sudahkah jilbab saya menambah keimanan dan memperbaiki akhlak pada diri saya?

1. Muslimah berjilbab “mojok” di tempat-tempat rekreasi.

Coba saja pergi ke tempat-tempat rekreasi, seperti kebun binatang, Kebun Raya Bogor, Taman Mini, dan lain-lain. Berapa banyak anda temukan muslimah berjilbab yang tengah “mojok” di sana-sini? Asyik bermesra, bergandeng tangan pula. Fenomena semakin meningkatnya kesadaran muslimah menutup aurat memang patut kita syukuri. Namun, semakin banyak pula muslimah berjilbab yang bergaul bebas dengan laki-laki yang bukan mahromnya merupakan kenyataan yang harus segera kita ubah.

2. Muslimah berjilbab bau dan dekil.

Memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh, terutama bila memakai bahan yang tidak menyerap keringat, akan menyebabkan keringat mengucur deras. Apalagi, bagi muslimah yang memang memiliki masalah dengan bau badan dan senang memakai ulang pakaiannya (terutama jilbab) sampai dua hari. Tak dapat dipungkiri, banyak muncul soal muslimah yang berjalan dengan menebar bau badan tak sedap. Bagaimana agar mensyiarkan kepribadian muslimah kita bila orang tak akan dekat dengan kita? Agar kenyamanan diri sendiri dan orang lain dapat terjaga sudah seharusnya kita wajib memperhatikan hal ini. Misalnya, dengan memperhatikan kebersihan pakaian dan mencegah munculnya bau badan dengan memakai bedak misalnya.

3. Muslimah berjilbab akhlaknya minus.

Sedikit cela pda muslimah berjilbab akan terbuka lebar di hadapan masyarakat. Seorang muslimah berjilbab yang judes akan dikomentari lebih tajam ketimbang wanita lain yang sama judesnya namun tak berjilbab. Minum sambil berdiri, tertawa cekakakan, suka berbohong, dan sebagainya. Jangan heran bila suatu saat malah ada yang berkata, pasti akan disorot. “Kamu pake jilbab tapi kok nggak feminin sih?”

Tak perlu risau dengan hal itu. Anggap saja kenyataan itu sebagai anugerah bagi perkembangan akhlak kita. Muslimah berjilbab memang selayaknya menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Semakin banyak peringatan dari orang lain, artinya semakin sayang masyarakat pada kita. Ingat saja satu hal, pada dasarnya mereka hanya ingin kita semua menjadi muslimah yang baik.

4. Muslimah berjilbab cenderung eksklusif dan sombong.

Boleh-boleh saja bersahabat dengan sesama muslimah pemakai jilbab. Tapi ingat, jangan lupakan wanita dan muslimah lainnya yang belum berjilbab. Janganlah merasa lebih mulia, lebih tahu, bahkan terkesan lebih memiliki surga dari orang lain. Bergaullah dengan baik, ramahlah pada semua orang, terutama sesama muslimah. Siapa tahu, karena bergaul dengan anda, muslimah lain yang belum berjilbab menjadi tertarik. Kalau sampai teman anda ada yang pakai jilbab karena (awalnya) tertarik dengan keramahan anda, subhanallah, pahalanya akan mengalir terus sampai sang teman ini meninggalkan dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar